<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Met Pagi !</title>
	<atom:link href="http://aripnur.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aripnur.wordpress.com</link>
	<description>Catatan Pagi..., Cerita Malam....</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Mar 2009 01:07:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='aripnur.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3fa61877fc00d608cb7faa928169217c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Met Pagi !</title>
		<link>http://aripnur.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Islam Itu Kaffah, Tapi Apakah Orang Islam Bisa Kaffah</title>
		<link>http://aripnur.wordpress.com/2008/09/09/islam-itu-kaffah-tapi-apakah-orang-islam-bisa-kaffah/</link>
		<comments>http://aripnur.wordpress.com/2008/09/09/islam-itu-kaffah-tapi-apakah-orang-islam-bisa-kaffah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 03:51:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifnur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aripnur.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini aku merasa diberondong berbagai pertanyaan ketika membaca artikel Ulil Absar Abdala yang membahas tentang ketidakteraturan orang-orang di negara Muslim dengan negara-negara sekuler. Dalam artikel yang diposting di Facebook itu dikatakan kalau peraturan-peraturan di negeri sekuler jauh lebih humanis, dan juga ditaati oleh orang-orang disana sehingga masyarakatnya bisa teratur.
Sekilas sebagai muslim saya pengen marah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=30&subd=aripnur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pagi ini aku merasa diberondong berbagai pertanyaan ketika membaca artikel Ulil Absar Abdala yang membahas tentang ketidakteraturan orang-orang di negara Muslim dengan negara-negara sekuler. Dalam artikel yang diposting di Facebook itu dikatakan kalau peraturan-peraturan di negeri sekuler jauh lebih humanis, dan juga ditaati oleh orang-orang disana sehingga masyarakatnya bisa teratur.</p>
<p class="MsoNormal">Sekilas sebagai muslim saya pengen marah. Tapi kemudian kesadaran saya kembali mengendalikan otak dan perasaan saya. Kepada siapakah saya harus marah ketika membaca tulisan yang menghabisi orang Islam itu..? Bahkan dengan perbandingan orang Sekuler itu…?</p>
<p class="MsoNormal">Emm….. akhirnya saya tahu. Marah memang tidak diperlukan dalam menanggapi tulisan itu. Karena memang tulisan itu mengungkap fakta-fakta yang saya sendiri tidak<span> </span>bisa membantahnya. Sekilas kemudian saya teringat kata-kata Muhammad Abduh ketika membandingkan antara Paris dan Mesir, katanya di Paris ada Orang Islam, namun Tidak ada Islam sedangkan di Mesir ada Islam tapi tidak ada orang Islam….</p>
<p class="MsoNormal">Emm… kesadaran Abduh seabad yang lalu itu ternyata terus mengusik generasi Islam dari waktu ke waktu. Mereka<span> </span>tanpa harus kehilangan keimanan mereka akan Islam mencoba mengkritik umatnya bahwa orang-orang Islam itu masih jauh dari Islam ketika melihat perilakunya setiap hari. Kedisiplinan, kebaikan, keberadaban dll.</p>
<p class="MsoNormal">Mungkin begini analisanya. Dalam ajaran Islam, kita harus tuntas dalam menjalankan Islam. Aqidah yang berarti meyakini Allah lah yang patut disembah itu harus diturunkan dalam level praktis dalam bentuk membebaskan manusia dari sesembahan-sesembahan lain. Kalau itu adalah berbentuk kapitalisme, ya orang Islam harus membebaskannya. Kalau itu berbentuk feodalisme, orang Islam juga harus membebaskannya. Kalau itu berbentuk otoritarianisme, orang Islam juga harus membebaskannya. Sehingga atas nama Aqidah, kita harus berperang kepada para kapitalis, feodalis<span> </span>atau otoritarianis.</p>
<p class="MsoNormal">Namun berperang memerangi orang lain itu tidaklah cukup. Islam selain mengenal wilayah empiris, juga mengenal wilayah logika. Nah.. dalam wilayah logika inilah bentuk peperanagan fisik bisa dicari alternatifnya dengan lebih cerdas. Namun bentuk kesadaran Aqidah untuk membebaskan logika yang lebih berat adalah ketika menuhankan teori –teori manusia dan menggantikan Al Qur’an serta nurani. Al Qur’an dan Nurani pasti sejalan, hanya proses klarifikasinya yang berbeda beda. Kalau memakai cara Al Ghozali mengibaratkan cermin, kalau Nurani itu tertutup berbagai macam noda yang ada karena perbuatan dosa.. maka nurani itu bagaikan cermin dan akan tertutup dan tersekat dari cahaya ilahi, termasuk yang paling verbalpun yaitu AL Qur’an. Dari sinilah kemudian walaupun setiap hari membaca Al Qur’an, kalau diri tidak terbebas dari penyakit hati, tidak ada pantulan sedikitpun dari ayat-ayat itu. Ketika nurani tidak berfungsi, terus bagaimana dengan akal ? Akal tidak akan bekerja sebagai agen klarifikasi antara nurani dan wahyu.</p>
<p class="MsoNormal">Mungkin saja, orang-orang di negara maju, nuraninya sudah terbebas dari penyakit hati. Mereka mungkin tidak mengenal Islam. Namun karena mereka tidak banyak melakukan dosa social dengan menyakiti orang lain, selalu membela orang yang lemah, selalu memikirkan kaum miskin, dan berbagai hal lainnya.. sah-sah saja kan kalau nurani mereka langsung bisa memantulkan cahaya tuhan dan kemudian terus menjadi orang baik? Walaupun dalam definisi normal mereka orang atheis atau agnostic.</p>
<p class="MsoNormal">Akhirnya, berbicara nurani, Islam mengenal apa yang disebut Akhlaq dari pencerapan irfaniah dimana hati dan wahyu selalu bertautan. Dan dalam konteks ini peperangan itu bukan dengan menghadapi musuh dari luar, bukan musuh yang pasukan multinasional, namun musuh yang bernama hawa nafsu.</p>
<p class="MsoNormal">Terbayang, bila hawa nafsu setiap muslim sudah bisa terkalahkan, maka setiap muslim pasti akan menjadi contoh terbaik profil manusia di muka bumi ini. Kalau saat ini Ulil melihat orang-orang Amerika jauh lebih baik , atau dulu Abduh melihat orang Perancis jauh lebih baik, kalau orang Islam bisa mengalahkan hawa nafsunya tentulah orang Islam akan jauh lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal">Orang Islam kalau bisa mengalahkan hawa nafsunya tidak akan merampas hak orang lain, tidak akan berbuat jahat kepada orang lain, tidak akan berbohong, tidak akan menghina, menggunjing, memaki sekaligus akan menjadi pembela ketika kebaikan kebaikan itu terancam, walaupun yang terancam itu orang atheis dan yang mengancam adalah orang Islam.</p>
<p class="MsoNormal">Mungkin kata kuntowijoyo benar, orang Islam khususnya di Indonesia masih berada dalam jaman mitos dan sebagian berada dalam jaman ideologis. Dimana mereka mengerti dan yakin kalau Islam adalah yang akan membawa mereka kepada kebaikan, namun mereka gagal menjadikan Islam menjadi ilmu yang bisa diterapkan dan berlaku obyektif dan universal. Teriakan Allahu Akbar tidak cukup menjadikan dia orang baik, perlu mencari ilmu yang bisa membuat dia mengerti posisi jaman dan bermanfaat bagi orang lain.</p>
<p class="MsoNormal">Mungkin doktrin bahwa Dunia adalah Penjara bagi orang Mukmin juga perlu direvisi. Mungkin konteksnya wakyu doktrin itu diproduksi banyak orang Islam <span> </span>yang berfoya-foya, sehingga agar mereka mengendalikan diri mereka harus diberiahu seperti itu. Sedangkan sekarang doktrin itu banyak berlaku untuk pembenaran bahwa orang Islam itu boleh melarat, boleh bodoh dan boleh tertindas. Sehingga tidak menjadikan spirit untuk maju, bangun dan kemudian menjadi ‘sebaik-baiknya mahluk’.</p>
<p class="MsoNormal">Akhirnya…, menjadi orang Islam itu tidak cukup, karena itu harus menjadi mukmin. Menjadi mukmin jua tiak cukup karena harus menjadi muhsin. Dan sayangnya banyak yang berhenti menjadi orang Islam saja dan berhenti disitu. Menjadi mukmin dan muhsin memang berat, dan yang paling berat bukan berperang mengahdapi musuh atau mempertaruhkan nyawa, karena nyawa itu akan dicabut Allah juga kalau saatnya nanti datang. Yang paling berat adalah bagaimana berilmu dan bagaimana mewujudkannya dalam kenyataan sehingga bisa menjadi<em> rahmatan lil alamin</em>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aripnur.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aripnur.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aripnur.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aripnur.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aripnur.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aripnur.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aripnur.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aripnur.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aripnur.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aripnur.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aripnur.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aripnur.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=30&subd=aripnur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aripnur.wordpress.com/2008/09/09/islam-itu-kaffah-tapi-apakah-orang-islam-bisa-kaffah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/623c55cc6b2c7313d7fff71135a5f8fc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arifnur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budaya Tinggi, Manusia Besar dan Islam Berkemajuan</title>
		<link>http://aripnur.wordpress.com/2008/09/09/budaya-tinggi-manusia-besar-dan-islam-berkemajua/</link>
		<comments>http://aripnur.wordpress.com/2008/09/09/budaya-tinggi-manusia-besar-dan-islam-berkemajua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 01:52:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifnur</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aripnur.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[
Memandang   Sebuah Peradaban Islam
 
Usia Muhammadiyah menjelang Satu Abad. Usia yang melampaui usia rata-rata homo sapiens produktif di abad moden ini. Setelah keberhasilan Muhammadiyah melampaui lorong waktu (dan juga ruang) dari generasi ke generasi, cara memandang Muhammadiyah yang tereduksi hanya “sekedar” sebagai organisasi massa adalah sebuah pandangan myopic (rabun dekat) yang perlu segera [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=23&subd=aripnur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://aripnur.files.wordpress.com/2008/09/laskar_pelangi.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-26" title="laskar_pelangi" src="http://aripnur.files.wordpress.com/2008/09/laskar_pelangi.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><a rel="bookmark" href="http://arifnur.multiply.com/journal/item/199/Memandang_Sebuah_Peradaban_Islam">Memandang   Sebuah Peradaban Islam</a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Usia Muhammadiyah menjelang Satu Abad. Usia yang melampaui usia rata-rata <em>homo sapiens</em> produktif di abad moden ini. Setelah keberhasilan Muhammadiyah mel</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">ampaui lorong waktu (dan juga ruang) dari generasi ke generasi, cara memandang Muhammadiyah yang tereduksi hanya “sekedar” sebagai organisasi massa adalah sebuah pandangan <em>myopic</em> (rabun dekat) yang perlu segera disembuhkan. Haruslah generasi sekarang memandang Muhammadiyah sebagai sebuah peradaban dengan rangkaian keberhasilan demi keberhasilan dan siap terus untuk maju, bukan kungkungan se</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">jarah kegagalan yang selama ini selalu dikaitkan dengan dunia politik, dimana sejatinya politik hanya merupakan wujud peradaban kecil. Harusnya kita pandang Muhammadiyah sebagai sebuah peradaban besar dengan manusia-manusia besar. Peradaban yang menyejarah dengan Budaya Tinggi. <strong>Peradaban Islam yang Berkemajuan.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Namun sebagai sebuah peradaban, tantangan terjadi pengeroposan lebih banyak dari dalam. Dan itu terjadi ketika para aktifis Muhammadiyah kehilangan jati diri dan sejarah dirinya, yang mengerdilkan diri dengan banyak menghabiskan energi ikut berebut hal-hal yang bersifat kebendaan dan kekuasaan, bukan malah bekerja keras, mentransformasikan diri terus menerus sebagai agen pembebas dalam arti seluas mungkin dan manusia</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> multidimensi dan multisolusi, mengembangkan ilmu dengan basis epistimologi orisinil sebagai sebuah alternatif epistimologi (<em>manha</em>j) yang mampu membebaskan manusia dari tantangan negatif peradaban lain yang saat ini bekembang, atau minimal sebagai bekal mengarungi kehidupan yang melampau batas-batas kematian biologis manusia. Karena sebagai sebuah peradaban, Muhammadiyah adalah sebuah teori tersendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Zaim Ukhrowi, direktur utama Balai Pustaka, Rabu (27/08/2008) di UMY, mengingatkan kalau memandang Muhammadiyah jangan terjebak sekedar sebagai<span> </span>ormas belaka,</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> harusnya Muhammadiyah dipandang sebagai sebuah spirit peradaban. Karena menurut Zaim, yang hebat dari KHA Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah adalah kemampuannya mengkomunikasikan Muhammadiyah sebagai spirit untuk membangun sebuah peradaban, bukan sekedar Ormas. Bahkan menurutnya, kalau dipandang sebagai Ormas, maka yang terjadi kemudian hanya pada hitung-hitungan pragmatis tentang jumlah pengikut, jumlah amal usaha bukan seberapa besar Muhammadiyah bisa berpengaruh positif pada sekelilingnya, memberikan pelayanan sebesar-besarnya untuk kemanusiaan. Cara memandang Muhammadiyah yang sekedar sebagai Ormas <span> </span>akan berpotensi menjadi pragmatis. “Ini rawan politisasi “ terangnya waktu itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sementara itu, Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah, dalam sebuah orasi budaya yang diselenggarakan IMPULS di Kanisius, Selasa (29/07/2008) mengingatkan bahwa Muhammadiyah (bersama NU) harusnya menjadi perekat persatuan bangsa ini, bukan malah ikut-ikutan menjadi pemain dalam politik kekuasaan. “Karena Muhammadiyah dan NU seharusnya menjadi semacam Mahkamah Konstitusi Moralitas di negeri ini” terang Komaruddin. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Dari ungkapan Zaim yang mengaku bukan orang yang terlahir dari komunitas Muhammadiyah itu, bisa diraba ada gejala ke khawatiran dari orang-orang semacam Zaim bahwa Aktifis Muhammadiyah akhir akhir ini mulai menderita ‘<em>miopic sindrom</em>’ tentang dirinya, dimana hanya memandang dirinya sekedar sebagai ‘tubuh’ semata, bukan sebagai kesatuan utuh antara tubuh, akal dan jiwa. Sehingga ukuran keberhasilan gerakan terjebak sekedar pada keberhasilan materiil semata, bahkan kemudian bisa terjebak menjadi materialisme.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sedangkan membaca ungkapan Komaruddin Hidayat, yang juga bukan aktifis Muhammadiyah ini, <span> </span>kita <span> </span>melihat bahwa ternyata ada harapan besar bagi Muhammadiyah yang sedemikian tinggi, dimana ada harapan bahwa kader Muhammadiyah tidak sekedar “hanya” menjadi <span> </span>Presiden, namun lebih dari itu, menjadi penjaga moral bangsa ini.<span> </span>“Namun sayang, sekarang sudah banyak yang ikut dalam permainan politik. Ikut berebut, ikut membuat bargaining politik praktis “<span> </span>begitu Komaruddin menyatakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Selintas, dua kekhawatiran orang dari luar Muhammadiyah ini terdengar klasik. Sudah lama kajian-kajian tentang Muhammadiyah yang kemudian memberikan prasaran bahwa peran Muhammadiyah selama ini sudah pas, jangan bermain di ranah politik, namun bermain di wilayah kultural saja, karena disitulah <em>core businnes</em> Muhammadiyah. Sejalan juga dengan pernyataan Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam Darul Arqom Tingkat Nasional (1/09/2008) dimana seharusnya kader Muhammadiyah adalah kader dengan budaya tinggi, budaya manusia terpandang, bukan budaya rendahan yang kemudian berimplikasi dalam bentuk penyikapannya pada masalah-masalah kebendaan dan kekuasaan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Haedar memberikan contoh ini<span> </span>pada <span> </span>kasus perilaku beberapa kader Muhammadiyah dalam penyikapannya dalam wilayah Politik, dimana<span> </span>menurut Haedar, perilaku politik yang mengarah pada bentuk politik praktis dengan budaya dan etika politik rendahan. Repotnya kecenderungan ini sering dibenarkan dengan<span> </span>berkembangnya mitos-mitos <span> </span>bahwa kalau tidak menjadi penguasa politik maka Muhammadiyah tidak akan mendapatkan jatah kue kekuasaan. “Selama ini Muhammadiyah terbukti bisa mandiri tanpa ketergantungan pada kekuasaan” terang Haedar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sementara itu, diluar sistem gerakan resmi, sosok seperti Andrea Hirata berhasil melakukan gerakan, yang sengaja atau tidak, harus diakui telah membawa masuk Muhammadiyah di ruang publik dengan Laskar Pelangi-nya melalui pintu sastra. Andrea Hirata dengan gaya dan caranya sendiri membawa simbol Muhammadiyah ke ruang publik sebagai sebuah spirit keunggulan, dan berhasil dari sekedar Ormas yang kering. Dia berhasil membawa Muhammadiyah masuk ke dalam kesadaran publik dengan cantik walaupun juga satir. <span> </span>Andrea bisa memainkan simbol Muhammadiyah bahkan memasuki wilayah permainan Kapital yang sebelumnya belum pernah berhasil dengan Novel serta Filmnya. Dengan diterjemahkannya Novel dan Film ini dalam berbagai bahasa dunia, sengaja atau tidak, Laskar Pelangi telah menjadi duta Muhammadiyah memasuki kesadaran universal warga dunia abad ini karena daya tusukkan yang tajam. Sehingga wacana-wacana formal Muhammadiyah seharusnya akan dengan mudah masuk ke dalam kesadaran warga dunia setelah Laskar Pelangi mendahuluinya dengan mengenalkan simbol Muhammadiyah dengan cantik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sayang, kadang ada letupan-letupan kecil yang kemudian mewakili mental budaya rendahan dari kader Muhammadiyah menanggapi fenomena Andrea Hirata. Letupan itu terjadi dalam bentuk seperti kritik dimana Andrea telah mengkomersilkan simbol-simbol Muhammadiyah, atau ada yang kemudian juga menderita <em>‘miopic sindrom’ </em>dengan ungkapan<span> </span>“Harusnya Muhammadiyah mendapat bagian uang dari keuntungan Novel dan Film ini” . Pemikiran inilah yang terjadi pada mental-mental <em>inlander</em>, mental orang miskin yang membuat kecantikan ekspresi kultural Muhammadiyah itu tercoreng budaya rendahan yang memang “<em>bukan maqom</em>” -nya untuk bisa memahami arti modal sosial, modal intelektual atau modal moral sebagai elemen untuk membangun budaya tinggi khas Muhammadiyah. Ini adalah bagian dari kecenderungan curiga mencurigai dan berebut kekuasaan atau seringnya menghambat prestasi kawan seiring yang menjadi budaya manusia-manusia tertindas dan tidak akan siap hingga kapanpun menjadi manusia besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sepertinya terlalu menyederhanakan masalah bila cinta-cita Muhammadiyah untuk mewujudkan masyarakat Islam sebenar-benarnya dalam negeri <em>Baldatun Thoyibatun Warobbun Ghofur</em> dianggap hanya bisa diraih dengan menguasai kekuasaan politik dan kepemilikan benda-benda duniawi semata namun mengorbankan harta yang paling berharga dimiliki Muhammadiyah untuk bertahan hingga menjelang satu abad ini, yaitu Budaya Tinggi, Karya Besar, mental Manusia-Manusia Besar. Atau dalam istilah KH AR Fahruddin “Muhammadiyah yang Gagah, yang <em>Nyah-Nyoh</em> “ (Mudah memberi siapapun)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Hal ini juga sejalan dengan pernyataan<span> </span>Buya Syafii Maarif dalam Pengajian Ramadhan PP Muhammadiyah, ahad (7/09/2008), beliau menilai bahwa Muhammadiyah masih sangat jauh dari tujuan ‘mewujudkan masyarakat Islam sebenar-benarnya’ <span> </span>bila Muhammadiyah tidak juga menjadi gerakan ilmu selain gerakan Islami, gerakan dakwah dan gerakan tajdid. Bisa dibayangkan, bagaimana bentuk gerakan ilmu itu akan terjadi bila mental manusia merdeka yang berbudaya tinggi tidak menjadi mental kader Muhammadiyah. Apalagi ketika energi banyak dihabiskan untuk bermain politik rendahan, yang daya rusaknya setingkat dengan cara pandang curiga terhadap pemikiran baru<span> </span>anak-anak muda yang sering tergesa-gesa divonis liberal atau sekuler.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Simbol Muhammadiyah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Ketika sebuah simbol dimainkan di ruang publik disitulah eksistensi Muhammadiyah sebagai sebuah peradaban, walaupun memang sering menghadapi dua presepsi yang berbeda, seperti dua sisi mata uang, yaitu tanggapan positif dan negatif. Ini sudah <em>sunnatullah</em>. Ketika Kyai Fahruddin yang menjadi simbol Muhammadiyah bermain dengan gerakan ‘ala kiri’ yang kemudian dekat dengan gerakan buruh, mungkin banyak yang kemudian terjebak dalam analisis sempit bahwa Kyai Fahruddin membawa simbol Muhammadiyah menjadi Komunis. Ketika Muhammadiyah menerima sumbangan dari pemerintah Belanda untuk sekolah Muhammadiyah, bisa timbul presepsi bahwa Muhammadiyah sudah menjadi <em>antek </em>Belanda. Ketika Muhammadiyah mengadopsi sistem kepanduan menjadi Hisbul Wathan, bisa saja timbul presepsi Muhammadiyah telah mengalami <em>westernisasi.</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Hal ini juga terjadi ketika Mas Mansyur bergabung dengan PUTERA bersama Sukarno, Hatta dan Ki Hadjah Dewantara. Bisa timbul presepsi bahwa Muhammadiyah adalah komprador Jepang. Demikian juga ketika banyak tokoh Muhammadiyah adalah tokoh penggerak Masyumi, masa Kyai Badawi menganugerahkan Bintang Tauhid kepada Sukarno, ketika KH AR Fahruddin ‘bermain’ dengan orde baru dan Suhartonya, atau ketika Amien Rais memimpin Gerakan Reformasi. Namun sejarah telah membuktikan bahwa Muhammadiyah bisa melampaui semua itu dengan cantik bukan hanya karena ketrampilan berpolitik di level rendah. Namun lebih karena integritas yang menjadi modal utama Muhammadiyah. Integritas yang terbangun dari budaya besar, dari kepercayaan diri tinggi dari kecerdasan yang juga merupakan elemen pembentuk Budaya Tinggi, mental Manusia Besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Dengan memandang Muhammadiyah adalah sebuah entitas spirit, disamping <em>content</em> dan struktur, maka Muhammadiyah seakan melampaui definisi sebagai mahluk Allah yang bisa mati dalam hitung-hitungan biologis. Karena matinya Muhammadiyah adalah matinya sebuah peradaban besar. Dan sejarah juga membuktikan matinya sebuah peradaban besar banyak terjadi karena pengeroposan dari dalam yang dimulai dengan lahirnya generasi-generasi penerus dengan budaya rendahan, mental ciut dan menderita <em>myopic sindrom</em> yang berkepanjangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Entitas spirit ini sejalan dengan ungkapan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dalam pembukaan Darul Arqam Tingkat Nasional (31/08/2008) bahwa kandungan Ayat Ali Imron 104 bukan saja perintah dakwah amar ma’ruf nahi munkar, namun didahului dengan konsep <em>Al Khoir</em> dimana bisa diartikan bahwa spirit Muhammadiyah adalah spirit keunggulan, spirit peradaban, spirit Islam Berkemajuan. Spirit inilah yang tergambar dalam epic SD Muhammadiyah Gantong dalam<span> </span>Laskar Pelangi. <span> </span><span> </span>Spirit inilah yang menyatukan dan menggerakkan<span> </span>kader Muhammadiyah dari tingkat tertinggi di Pimpinan Pusat hingga ribuan bahkan jutaan kader Muhammadiyah di daerah yang bekerja keras dan ikhlas seperti Bu Muslimah dan Pak Harfan di Laskar Pelangi sebagai manusia-manusia besar yang meyakini Islam itu besar karena spiritnya untuk membangun peradaban.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">“Jangan sentimen, jangan sakit hati kalau menerima celaan dan kritikan. Jangan sombong, jangan berbesar hati kalau menerima pujian. Jangan ujub kikir, riya. Dengan ikhlas murni hatinya, kalau sedang berkorban harta benda, pikiran dan tenaga. Harus ber-sungguh-sungguh hati dan tetap tegak pendirianmu” </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">“Mula-mula<span> </span>agama Islam itu cemerlang, kemudian makin suram. Tetapi sesungguhnya yang suram itu adalah manusianya, bukanlah agamanya. Agama adalah bukan barang yang kasar, yang harus dimasukkan kedalam telinga, akan tetapi agama Islam adalah agama fitrah. Artinya, ajaran yang mencocoki kesucian manusia. Sesungguhnya agama bukanlah amal lahir yang dapat dilihat, amal lahirnya itu hanyalah bekas dan daya dari ruh agama”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pesan KH Ahmad Dahlan (1868-1923 M) <span> </span>dalam Kyai Dahlan Amal dan Perjuangannya oleh Junus Salam </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">JL KHA Dahlan, 103 Yogyakarta</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">8 September 2008</span></em></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aripnur.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aripnur.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aripnur.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aripnur.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aripnur.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aripnur.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aripnur.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aripnur.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aripnur.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aripnur.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aripnur.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aripnur.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=23&subd=aripnur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aripnur.wordpress.com/2008/09/09/budaya-tinggi-manusia-besar-dan-islam-berkemajua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/623c55cc6b2c7313d7fff71135a5f8fc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arifnur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aripnur.files.wordpress.com/2008/09/laskar_pelangi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">laskar_pelangi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jogja Pagi Ini&#8230;!</title>
		<link>http://aripnur.wordpress.com/2008/08/31/jogja-pagi-ini/</link>
		<comments>http://aripnur.wordpress.com/2008/08/31/jogja-pagi-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 02:24:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifnur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aripnur.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Halah…. ,tadinya bingung pagi ini mo ngapain. SMS SMS ucapan ma’af lahir batin masuk terus di HP ku, tapi aku gak punya pulsa buat bales&#8230; (he..tepatnnya males beli pulsa&#8230;.biarlah&#8230; gak ada yg urgent untuk di SMS&#8230;.., kalo mo telpon urusan kantor mendingan make telpon kantor). Sebenernya merasa gak enak juga gak bales SMS SMS itu.. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=21&subd=aripnur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Halah…. ,tadinya bingung pagi ini mo ngapain. SMS SMS ucapan ma’af lahir batin masuk terus di HP ku, tapi aku gak punya pulsa buat bales&#8230; (he..tepatnnya males beli pulsa&#8230;.biarlah&#8230; gak ada yg urgent untuk di SMS&#8230;.., kalo mo telpon urusan kantor mendingan make telpon kantor). Sebenernya merasa gak enak juga gak bales SMS SMS itu.. <span lang="FI">he. Tapi aku yakin kok.. mereka semua yg kirim SMS itu pasti mo udah ma’afkan kesalahanku juga&#8230;.he.he..</span><span lang="SV"><br />
</span><span id="more-21"></span><br />
<span lang="SV">Akhirnya aku milih make training, dan meluncur lari pagi. Ha. Ha&#8230; ternyata aku dah lama banget gak lari pagi. Mungkin hampir 6 bulan..<span> </span>Aku juga sudah lama gak (belajar) renang,&#8230;<span> </span>wah.. mungkin ini masalahnya kenapa akhir akhir ini pikiran ku sering parno.. </span><span lang="FI">parno sama masa depan .. parno sama jodoh. &#8230;&#8230;.parno sama rejeki&#8230; dan juga parno sama utang-utang.. he.he&#8230;</span><span lang="FI"></p>
<p>Bener deh&#8230; nyaman banget setelah badan diajak muter-muter&#8230;., keringet keluar dan seger&#8230;. , walaupun sebenenrnya tetep nyesek juga ngeliat<span> </span>orang-orang pada lari rame-rame&#8230; ( Patner lariku dulu biasanya Mahendra.. dia di Jakarta.. kadang Fatwa.. dia udah pulang kampung ke purworejo). Tapi.. pagi ini memang pagi katarsis&#8230; pagi saatnya melepas semua beban dan berfikir positif saja sama hidup. </span><span lang="SV">Lagian gak ngerti aku mo hidup sampe kapan&#8230; yang penting sekarang bikin progress positif tiap hari&#8230; </span><span lang="SV"></p>
<p>Lagian sekarang aku juga sudah bisa merancang program berhenti ngurus website Muhammadiyah&#8230;..dari yang kemarin jadi webmaster, administrator, editor, fotografer, hingga manager ( Ha..ha. kayak bakul sate&#8230;) <span> </span>yah<span> </span>enam bulan ke depan aku hanya fokus di redaksi saja&#8230;. yah.. semoga dengan gitu hoby lamaku.. baca buku,&#8230;. nonton.. dan jalan –jalan bisa<span> </span>kujalani lagi, dan kemudian bisa meninggalkannya dengan damai dan meneruskan impianku lain &#8230; (Waduh.. kadang kepikiran pengen bekerja kayak orang-orang lain.. </span><span lang="FI">ada jam kerja jelas dll.. .. he&#8230;. tapi apa aku bisa&#8230;? )</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> Ha..ha&#8230;..sudahlah&#8230;.. </span><span lang="SV">pagi ini kuakhiri dengan potong rambut di KOMPAK&#8230;..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">” Wah.. ternyata tempat potong rambut yg dulu cuman di emperan rumah ini sekarang sudah berubah jadi permanen dan jauh lebih gedhe&#8230;..”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kalau mereka bisa punya progress.. aku bisa lah&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Met Pagi Cantik&#8230;.! </span></span><span style="font-family:Wingdings;font-weight:bold;font-style:italic;" lang="SV"><span> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Pa Kabar&#8230;. ?</span></span><span lang="SV"></span></p>
<p><span lang="SV"> # lagi Kebingungan nyari batik&#8230;kolk tiba-tiba ngilang&#8230;, .ternyata jadwal liputan Ceramah Din Syamsuddin yang tadinya jam 4 dimajukan jadi jam 1. Hik&#8230; padahal hari ini pengen nyante&#8230;</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aripnur.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aripnur.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aripnur.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aripnur.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aripnur.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aripnur.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aripnur.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aripnur.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aripnur.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aripnur.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aripnur.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aripnur.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=21&subd=aripnur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aripnur.wordpress.com/2008/08/31/jogja-pagi-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/623c55cc6b2c7313d7fff71135a5f8fc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arifnur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Harus Ada Ramadhan ?</title>
		<link>http://aripnur.wordpress.com/2008/08/30/kenapa-harus-ada-ramadhan/</link>
		<comments>http://aripnur.wordpress.com/2008/08/30/kenapa-harus-ada-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 14:57:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifnur</dc:creator>
				<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[tv]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aripnur.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[ &#8220;Emm&#8230; ternyata persiapan kita menyambut Ramadhan kalah sama TV-TV di Indonesia” . Hem.. aku berfikir, merasa dan pengen ketawa sekaligus malu. Halah.. masih punya malu..?  ”Punya lah.. !” sautku sewot yang berarti dua kali malu. 
 
Ramadhan di Indonesia memang menjadi Unik. Walaupun aku belum pernah menikmati TV-TV negara Islam lainnnya, aku yakin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=15&subd=aripnur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> <span lang="FI">&#8220;Emm&#8230; ternyata persiapan kita menyambut Ramadhan kalah sama TV-TV di Indonesia” . </span><span lang="SV">Hem.. aku berfikir, merasa dan pengen ketawa sekaligus malu. Halah.. masih punya malu..? <span> </span>”Punya lah.. !” sautku sewot yang berarti dua kali malu. </span><span id="more-15"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ramadhan di Indonesia memang menjadi Unik. Walaupun aku belum pernah menikmati TV-TV negara Islam lainnnya, aku yakin kalau Indonesia adalah negeri dengan acara TV Ramadhan paling rame. Paling tidak ada 10 Stasiun TV Nasional, ditambah TV-TV Lokal. </span><span lang="FI">Islam dalam kemasan ’Funky’ pun kemudian menjamur dan menjadi pilihan-pilihan untuk dinikmati. Dan Ramadhan menjadi semarak. Mau saur ada teman, dulu Eko sama Ulva, sempat ada Komeng, Sempat ada Parto, Miing atau <span> </span>Olga dan juga ada Trio Bajaj dalam Para Mencari Tuhan. <span> </span>Hem&#8230;. Ramadhan ternyata membawa berkah sangat besar di Indonesia. Bagi selebritis, pelawak<span> </span>dan Stasiun TV Ramadhan seakan menjadi mata air uang yang tiada henti. 24 jam.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Di Mall Mall juga tak kalah sigap berbenah. Mbak-mbak di sana sudah berubah menjadi berjilbab. Hiasan-hiasan di dinding, di Plaza juga sudah ’beraroma’ Ramadhan. Spanduk-spanduk di jalan juga tak kalah sigap. Ucapan-ucapan selamat menunaikan ibadah puasa juga bertebaran dimana mana. Dan tahun ini Indonesia bertambah&#8230;. ucapan selamat, leaflet, spanduk atau selebaran jadwal puasa bergambar foto-foto Calon Legislatif. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Yah&#8230; Ramadhan di negeri berpenduduk Muslim terbesar ini memang berbeda. Seakan Ramadhan menjadi milik semua, semua penduduk negeri ini. Dan&#8230; mungkin secara politik moment Ramadhan yg semarak ini menjadi alat perekat persatuan bangsa ini. Walaupun aku khawatir.. lagi-lagi baru berhenti pada kesepakatan simbolik saja.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Btw.. Ramadhan kali ini sudah siap apa saja&#8230;?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">He..bener deh.. kalah sama TV-TV dan Mall Mall&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Mereka sudah siap dengan paket Ramadhan&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aripnur.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aripnur.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aripnur.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aripnur.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aripnur.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aripnur.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aripnur.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aripnur.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aripnur.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aripnur.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aripnur.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aripnur.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=15&subd=aripnur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aripnur.wordpress.com/2008/08/30/kenapa-harus-ada-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/623c55cc6b2c7313d7fff71135a5f8fc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arifnur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Profesional yang Aktifis&#8230;?</title>
		<link>http://aripnur.wordpress.com/2008/08/19/profesional-yang-aktifis/</link>
		<comments>http://aripnur.wordpress.com/2008/08/19/profesional-yang-aktifis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 02:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifnur</dc:creator>
				<category><![CDATA[profesional]]></category>
		<category><![CDATA[aktifis]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aripnur.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin banyak orang ketika bertemu kehidupan aktifis kemudian secara tergesa gesa mengikrarkan dirinya untuk menjadi aktifis seumur hidup. Banyak yang kemudian secara emosional berikrar untuk menghabiskan sisa umurnya menjadi aktifis. Lengkap dengan sumpah-sumpah khas aktifis, membela rakyat, bersama rakyat, menyuarakan suara rakyat, bla bla.
Namun, banyak yang kemudian kebingungan ketika kebutuhan riil, keluarga, rumah, uang berada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=10&subd=aripnur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mungkin banyak orang ketika bertemu kehidupan aktifis kemudian secara tergesa gesa mengikrarkan dirinya untuk menjadi aktifis seumur hidup. Banyak yang kemudian secara emosional berikrar untuk menghabiskan sisa umurnya menjadi aktifis. Lengkap dengan sumpah-sumpah khas aktifis, membela rakyat, bersama rakyat, menyuarakan suara rakyat, bla bla.<span id="more-10"></span></p>
<p>Namun, banyak yang kemudian kebingungan ketika kebutuhan riil, keluarga, rumah, uang berada di hadapannya. Ketika menjadi aktifis, kadang tidak terbayangkan bagaimana keadaan ini berada di depan mata. Bagaimana pertaruhan antara sumpah dan kenyataan yang sering terus-terusan berbenturan. Akhirnya.. para aktifis itu berada di persimpangan jalan yang tidak mudah. Seakan.. sumpah dan kebutuhan hidup menjadi oposisi biner yang sulit dikompromikan. Seakan buku-buku yang selama ini dua baca, diskusi-diskusi yang selama ini dilakukan tidak bisa menolong untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.</p>
<p>Namun,&#8230; kemudian aku berfikir.. mengapa sedramatis itu ? apa benar dunia semengerikan itu..? Bukankah Tuhan hanya mempertentangan antara kebatilan dan kebenaran&#8230;? Tuhan tidak pernah mempertentangkan hal yang sama-sama baik bukan&#8230;?</p>
<p>Disinilah Dawam Raharjo pernah mengatakan bahwa idealisme aktifis bukan berarti harus berhentu ketika dia bermetamorfosis menjadi profesional. Bukan sekedar menjadi dosen, menjadi penggerak LSM, atau menjadi politisi idealisme itu akan tetap hidup. Namun menjadi pedagang, pegawal swasta, pegawai negeri  dan juga menjadi pengusaha tetap memungkinkan idealisme itu hidup. Bahkan menurutku harus tetap hidup. Tentu saja dalam kapasitas mereka masing-masing.</p>
<p>Akhirnya.. bagi kawan-kawan yang menagkhiri dunia aktifisnya dan bermigrasi menjadi profesional.. selamat menikmati. Nikmatilah.. dan jangan menganggap api idealisme itu mati. Bangun dan nikmati jaring-jaring ideologis itu, sehingga idealisme tetap terjaga.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aripnur.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aripnur.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aripnur.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aripnur.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aripnur.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aripnur.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aripnur.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aripnur.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aripnur.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aripnur.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aripnur.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aripnur.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=10&subd=aripnur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aripnur.wordpress.com/2008/08/19/profesional-yang-aktifis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/623c55cc6b2c7313d7fff71135a5f8fc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arifnur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Preman Curhat</title>
		<link>http://aripnur.wordpress.com/2008/07/19/ketika-preman-curhat/</link>
		<comments>http://aripnur.wordpress.com/2008/07/19/ketika-preman-curhat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 00:05:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifnur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aripnur.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Kata Eno dulu (gak ngerti inget apa enggak dia), katanya orang bisa berubah karena menikah. Orang yang sering melakukan perbuatan perbuatan negatif, bahkan mabuk mabukan, dan perilaku gak produktif yang lain akan bisa berubah setelah menikah dan kemudian punya anak.
Sekilas, aku pernah khawatir juga dengan seorang sahabat perempuan yang akan menikah dengan seorang laki-laki yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=8&subd=aripnur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kata Eno dulu (gak ngerti inget apa enggak dia), katanya orang bisa berubah karena menikah. Orang yang sering melakukan perbuatan perbuatan negatif, bahkan mabuk mabukan, dan perilaku gak produktif yang lain akan bisa berubah setelah menikah dan kemudian punya anak.</p>
<p>Sekilas, aku pernah khawatir juga dengan seorang sahabat perempuan yang akan menikah dengan seorang laki-laki yang dulunya banyak melakukan perilaku negatif. Waktu itu, walaupun tak terucap, aku khawatir apakah benar laki-laki yang bahkan tidak berjanji untuk berubah itu akan berubah pasca menikah ? Kabar terakhir sih hal itu benar benar terjadi.<span id="more-8"></span></p>
<p>He…, dulu pernah seorang kawan yang dicap nakal dan ‘preman’ juga berkata. “Seandainya boleh memilih, seorang premanpun akan memilih istri yang shalihah” begitu katanya. Cuman kemudian dia melanjutkan perkataaannya “ tapi..apakah ada pilihan untuk seorang preman sepertiku..?”</p>
<p>Wah&#8230;, dalam kasus lain ada yang lebih tragis. Seorang yang merasa dirinya nakal, patah hati ketika melamar seorang gadis baik-baik. Waktu itu dia kemudian menikah dengan sesame preman. Ketika ditanya teman, “Gimana nanti anaknya, kalau bapak ibu sudah sesame preman ?”. Pernyataan getir kemudian terucap… “Lha salah sendiri…. Perempuan baik-baik tidak mau menerimaku “</p>
<p>Nah…kasus terakhir adalah cerita dari teman, beberapa waktu yang lalu. Dia mengabari kalau seorang rekan kerjanya di Rumah Pemotongan Hewan dulu meninggal karena HIV Aids. Dia seorang Junkies dan dia meninggalkan virus HIV nya kepada Istrinya. Anaknya sudah meninggal dulu.</p>
<p>Hem…..,  para ustadz menyarankan untuk menikah dengan mereka yang sekufu. Itu memang cara aman memilih pasangan. Hanya saja perjalanan hidup orang kita nggak tahu. Preman juga manusia….</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aripnur.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aripnur.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aripnur.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aripnur.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aripnur.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aripnur.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aripnur.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aripnur.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aripnur.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aripnur.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aripnur.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aripnur.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=8&subd=aripnur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aripnur.wordpress.com/2008/07/19/ketika-preman-curhat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/623c55cc6b2c7313d7fff71135a5f8fc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arifnur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Dewi Persik Disalahkan ?</title>
		<link>http://aripnur.wordpress.com/2008/04/16/kenapa-dewi-persik-disalahkan/</link>
		<comments>http://aripnur.wordpress.com/2008/04/16/kenapa-dewi-persik-disalahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 19:02:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifnur</dc:creator>
				<category><![CDATA[dewi persik]]></category>
		<category><![CDATA[film porno]]></category>
		<category><![CDATA[sensor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aripnur.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Dahulu aku berfikir bahwa lembaga sensor itu perlu. Namun beberapa waktu terakhir ini aku memandangnya menjadi sesuatu yang tidak perlu. Karena keberadaan lembaga sensor menurutku ada karena ‘penguasa’ menerapkan prespektif militeristik. Dimana sebuah ancaman itu harus dilarang, ditahan, bukan dilokalisasi atau kanalisasi.
Memang, dengan model sensor, larang, cekal kelihatannya mudah dan murah. Namun proses pelarangan, pencekalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=7&subd=aripnur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://www.imagecows.com/uploads/e760-donotenter.jpg" alt="" width="270" height="165" />Dahulu aku berfikir bahwa lembaga sensor itu perlu. Namun beberapa waktu terakhir ini aku memandangnya menjadi sesuatu yang tidak perlu. Karena<span> </span>keberadaan lembaga sensor menurutku ada karena ‘penguasa’ menerapkan prespektif militeristik. Dimana sebuah ancaman itu harus dilarang, ditahan, bukan dilokalisasi atau kanalisasi.</p>
<p class="MsoNormal">Memang, dengan model sensor, larang, cekal<span> </span>kelihatannya mudah dan murah. Namun proses pelarangan, pencekalan atau pensensoran sesungguhnya sebuah proses<span> </span>yang jauh dari logika mendidik dan mendewasakan.<span> </span>Karena pensensoran, pencekalan dan pelarangan adalah proses dimana penguasa diasumsikan menjadi ‘manusia suci’ dan ‘kebal kesalahan’ sedangkan masyarakat dianggap ‘orang bodoh’ yang<span> </span>‘mudah tergoda syetan’. He..padahal aku yakin, setiap manusia ketika ditanya.. tidak mungkin hal ini terjadi.<span id="more-7"></span></p>
<p class="MsoNormal">Oke.. setiap individu terlahir lengkap dengan software hati nurani ( ini mengutip pernyataan Dian Sastro di majaah Madani terbaru). Dengan hati nurani, setiap manusia mengerti ada baik dan ada buruk. Atau dalam bahasa Al Qur’an, setiap manusia lahir setelah berkomitmen <span> </span>‘beriman’ kepada Allah SWT. Nah… masih perlukan sensor bila setiap manusia ternyata sudah lahir dengan perangkat selengkap itu ? Setahuku sih kalau dalam pandangan Islam, yang membedakan befungsinya hati nurani atau belum adalah baligh atau belum baligh. Atau dalam bahasa agama, setiap anak lahir seperti kertas putih… tergantung orang tuanya (dimasa belum baligh) akan membawa anaknya ke Nasrani, Majusi, dsb. Dan kalau memakai norma agama….. tidak ada pemaksaan dalam beragama,… (karena menurutku pemaksaan adalah cara berfikir dalam cara pandang militeristik, jadi Islam dalam kondisi normal, jauh dari militeristik).</p>
<p class="MsoNormal">Dalam konteks perlu tidaknya sensor, yang kemudian menjadi masalah adalah bagaimana Negara melakukan pendidikan kepada rakyatnya, bukan memilihkan tayangan yang cocok atau yang tidak. Pendidikan adalah bagaimana memberdayakan rakyatnya untuk bisa berpengetahuan, punya karakter dan menggali value-value untuk membangun kearifan dan integritas. Pendidikan bukan indoktrinasi, bukan menjejali setiap hari dengan hafalan hafalan tentang kebaikan, dan bukan dengan membuat mereka <span> </span>terkungkung dari ‘godaan syetan’.<span> </span>Mungkin lebih baik membiasakan anak didik siap berhadapan dengan syetan daripada ‘mengisolasi’ mereka dari syetan. (karena tidak akan mungkin, syetan bisa masuk ke pembuluh darah, bahkan bisa dalam bentuk guru, tembok sekolah, teman sekolah dsb).</p>
<p class="MsoNormal">Nah…. Kesimpulannya.. selama negeri ini masih ada Lembaga Sensor Film, ada Pemblokiran Situs oleh Kominfo, masih ada Pencekalan Dewi Persik dkk…. Maka bisa dinyatakan bahwa pemerintah mendeklarasikan dirinya gagal melakukan pendidikan kepada rakyatnya. Kalau MUI dan para ulama masih mendukung adanya lembaga lembaga itu, berarti para ulama menyatakan dirinya gagal dalam dakwah mereka. Yah… seperti buruk muka cermin dibelah….</p>
<p class="MsoNormal">Permasalahannya, kefrustasian <span> </span>penguasa dan para juru dakwah ini<span> </span>sampai kapan terus memakan korban dua fihak. Fihak pertama… masyarakat yang terus terusan tidak terdidik dan terdewasakan, fihak kedua adalah para seniman, penyanyi dsb yang kreatifitasnya juga tidak berkembang karena selalu tesensor dan tecekal. <span> </span>Bagiku sih masalah dewi persik atau film Indonesia yang berbau seks dsb bukan masalah besar bila pemerintah memang mau terus melakukan pendidikan, dan para ulama tidak mengambil cara berdakwah instan. Bukankah kalau masyarkat kita sudah pandai memilih, suasana menjadi dialogis dan sehat ? bukankah cara paling efektif agar dewi persik merubah goyangnya dengan kesepakatan para laki-laki untuk tidak menonton dan menjadi laki-laki baik-baik yang menjaga pandangan dan kehormatan perempuan ?<span> </span>Bukankah demikian bentuk Baldatun Toyibatun Warobun Ghofur….? Bukan dengan memasang larangan dimana mana… dilarang ini dilarang itu.. gak boleh in<span> </span>gak boleh itu….. (Temenku menyebut negeri seperti ini sebagai negeri <span> </span>kaum<span> </span>frustasi…..).</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Oke..pemberdayaan…pendidikan… ini harus menjadi pilihan bagi pendakwah dan <span> </span>pemerintah…..</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Akhirnya ada sebuah analogi dalam kasus pelacuran……..</strong></p>
<p class="MsoNormal">Sebuah pelacuran (sebagai idiom paling ekstrim) akan habis bila tidak ada laki-laki yang mau melakukannya. Jadi mengapa harus merusak lokalisasi ? Bukan men<em>sweeping</em> para laki-laki hidung belang..? Ah.. sepertinya memang beginilah sifat laki-laki, kalau ada kaumnya yang salah yang disalahkan adalah para perempuannya….Padahal dimana mana yg rajin datang pengajian ya para perempuan <span> </span>(Dalam bahasa <span> </span>agama, pelacur dan ‘pembelinya’ sama sama berdosa, namun dalam prespektif sosial harusnya laki-laki , dan yg <span> </span>berkuasa, yang salah karena mereka mau melakukannya dan tidak mampu melakukan pendidikan dan pemberdayaan rakyatnya).</p>
<p>Satu hal lagi, dalam kasus celana perempuan pemijat yang dipasangi gembok di Batu, Malang. Mengapa lagi-lagi perempuan yang disalahkan bila terjadi pelecehan seksual&#8230;, atau pelayanan pijat plus ? Mengapa bukan laki-lakinya yang digembok celananya&#8230;, bukankah tidak ada sebuah pemerkosaan bila laki-lakinya tidak mampu &#8216;melakukan&#8217; ?  Bahkan  kalaupun bicara kejadianm ekstrim.. bukankah secara fisiologis syarat wajib terjadinya <span style="font-style:italic;">coitus</span> tergantung dari laki-lakinya ? Ah&#8230;kenapa bangsa ini menjadi bangsa Instan sih&#8230;&#8230;</p>
<p>(Sepertinya tulisan diatas terpengaruh Dialog Riri Reza dan Adyaksa Dault di Topik SCTV malam ini dan Wawancara Madina Magazine dengan Dian Sastro di edisi April ini)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aripnur.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aripnur.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aripnur.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aripnur.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aripnur.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aripnur.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aripnur.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aripnur.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aripnur.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aripnur.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aripnur.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aripnur.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=7&subd=aripnur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aripnur.wordpress.com/2008/04/16/kenapa-dewi-persik-disalahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/623c55cc6b2c7313d7fff71135a5f8fc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arifnur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.imagecows.com/uploads/e760-donotenter.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sabung Ayam Taruhan Perempuan</title>
		<link>http://aripnur.wordpress.com/2008/04/11/sabung-ayam-taruhan-perempuan/</link>
		<comments>http://aripnur.wordpress.com/2008/04/11/sabung-ayam-taruhan-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 12:15:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifnur</dc:creator>
				<category><![CDATA[judi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aripnur.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Tajen
Budaya, Adat, Ritual Sabung Ayam di Bali yang menjadi kontroversi. Setahuku, liputan OASIS Metro TV ini sudah beberapa kali diputar. Topiknya tentang langkah Kapolda Bali I Gede Mangku Pastika yang melarang Tajen, dengan alasan menjaga kemurnian dan kesucian agama dan Pura. Seorang ‘rakyat biasa’ (dilihat dari namanya… yug kutahu), berani mempertahankan keyakinannya tentang Hukum, Kemanusiaan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=6&subd=aripnur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://www.tempointeraktif.com/harian/wawancara/img/madepastika.jpg" alt="" width="103" height="142" />Tajen</p>
<p class="MsoNormal">Budaya, Adat, Ritual<span> </span>Sabung Ayam di Bali yang menjadi kontroversi. Setahuku, liputan OASIS Metro TV ini sudah beberapa kali diputar.<span> </span>Topiknya tentang langkah Kapolda Bali I Gede Mangku Pastika yang melarang Tajen, dengan alasan menjaga kemurnian dan kesucian agama dan Pura. Seorang ‘rakyat biasa’ (dilihat dari namanya… yug kutahu), berani<span> </span>mempertahankan keyakinannya tentang Hukum, Kemanusiaan, bahkan tafsir keagamaan<span> </span>dengan segaa konsekuensi harus berbenturan dengan pihak –pihak yang berseberangan. Dia, nyatakan perang dengan Tajen, walaupun demonstrasi, pemblokiran jalan, hingga hujatan tokoh adat, agama dan politisi dihadapinya. Bahkan di DPRD Tabanan, ada Pansus khusus tajen. Menurut ahli budaya Bali yang diwawancarai dalam dokumenter itu, pesan yang dibawakan Gede Mangku Pastika pesan nya kuat sekali, pesan Hukum, tafsir keagamaan hingga Jender (dalam iklan yang dibuatnya.. digambarkan seorang istri yang mengingatkan sang ayah yang suka sabung ayam.. dengan alasan keluarga dan ancaman KUHP. (Menurut narasi Dokumenter itu, ada juga kasus yang menjadi taruhan adalah Sang Istri…<span id="more-6"></span></p>
<p class="MsoNormal">Satu hal yang menurutku menarik adalah, ternyata di Hindu Bali ada juga pertentangan Tafsir keagamaan seperti itu. Selama ini , aku mengalami dalam agamaku Islam. Ketika ada kemapanan tafsir lama, harus berbenturan dengan tafsir baru yang harus jujur terpengaruh ‘nilai kebenaran’ lain, seperti wacana humanisme, gender, dan hak asasi<span> </span>manusia.<span> </span>Di dalam Islam menurutku, menafsirkan agama dengan terpengaruh ‘konsep kebenaran’ dari berbagai ‘konsep kebenaran’ lain, bukanlah masalah. Karena menafsirkan tanpa melihat cara baca baru tentang ‘dunia baru’ bisa menjebak teks menjadi sebuah ‘wahyu’ yang kehilangan nilai gunanya.</p>
<p class="MsoNormal">Menurut info terakhir, Komjen Pol. Made Mangku Pastika <span> </span>pada Pilkada Gubernur Bali (89 hari lagi) <span> </span>berpasangan dengan <span> </span>A.A Puspoyoga <span> </span>(Walikota Denpasar) yang di calonkan oleh PDI-P atas rekomendasi DPP PDI P. Paradoks juga dengan gambaran yang ada pada OASIS Metro TV tadi, dimana salah satu bobotoh Tajen yang menentang upaya Mangku Pastika adalah seorang anggota DPRD Tabanan dari PDIP. Kita tunggu, apakah di Pulau dengan tradisi kemenangan PDIP ini (pada pemilihan presiden 2004 lalu pasangan Mega-Hasyim) <span> </span>akan terpilih sosok Gubernur yang pernah menjadi <span> </span>Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN)<span> </span>dan kemudian terkenal karena telah berhasil menangani kasus bom Bali. Menarik untuk diikuti….</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aripnur.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aripnur.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aripnur.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aripnur.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aripnur.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aripnur.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aripnur.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aripnur.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aripnur.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aripnur.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aripnur.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aripnur.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=6&subd=aripnur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aripnur.wordpress.com/2008/04/11/sabung-ayam-taruhan-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/623c55cc6b2c7313d7fff71135a5f8fc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arifnur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tempointeraktif.com/harian/wawancara/img/madepastika.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Udah Terlanjur Punya Blog WP</title>
		<link>http://aripnur.wordpress.com/2008/04/10/udah-terlanjur-punya-blog-wp/</link>
		<comments>http://aripnur.wordpress.com/2008/04/10/udah-terlanjur-punya-blog-wp/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 23:51:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifnur</dc:creator>
				<category><![CDATA[administartor]]></category>
		<category><![CDATA[adminstrator]]></category>
		<category><![CDATA[management]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aripnur.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Pagi&#8230;.!
Kemarin aku buka Blog disini karena blog di MP di blokir (kalo pake speedy). Ternyata mulai tadi malam, MP udah beres lagi, dan bisa diakases via Speedy (bareng You tube, dsb). Namun, bukan berarti Blog ini harus di delete. Yah.. paling tidak untuk membuka &#8216;ruang lain&#8217; yang selama ini kubuka di MP, FS, Blogspot.
Oke&#8230; pagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=5&subd=aripnur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pagi&#8230;.!</p>
<p>Kemarin aku buka Blog disini karena blog di MP di blokir (kalo pake speedy). Ternyata mulai tadi malam, MP udah beres lagi, dan bisa diakases via Speedy (bareng You tube, dsb). Namun, bukan berarti Blog ini harus di delete. Yah.. paling tidak untuk membuka &#8216;ruang lain&#8217; yang selama ini kubuka di MP, FS, Blogspot.</p>
<p>Oke&#8230; pagi ini, aku harus berfikir tentang bagaimana membangun management  Website www.muhammadiyah.or.id meningkat. Memang benar kata seorang  &#8216;kawan&#8217; (hatiku tenyata masih disana), kalau aku bisa mengelola &#8217;sesuatu&#8217; ketika diriku bisa terkelola dengan baik. pendek kata, management bisa teratur bila aku bis amemanagement diriku sendiri. Serius, pagi ini aku masih teringat bagaimana dia berargumen bahwa revolusi itu baik, namun akan terancam gagal bila aku hanya menuruti mood ku saja.<span id="more-5"></span></p>
<p>He.., sudah 2,5 bulan aku resmi jadi Manager disini, management website Muhammadiyah. Belum ada progres yang significant di bidang Management. Jadwal kerja masih serqabutan, SOP masih belum jalan, dan interkonectisitas antar  personal disini juga belum beres.</p>
<p>Aku mulai befiki, mungkin aku harus keluar sebentar untuk mengurus diriku sendiri, barang sehari. Ganti pakaian, ganti dengan Hem, pakaian yang rapi, pakai parfum, dsb.</p>
<p>He..he. repot memang&#8230;. ngerancang management profesional (walaupun Non Profit) bila didasarai dari para aktifis&#8230;&#8230; yg idealis.. namun kerja berdasar mood saja.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aripnur.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aripnur.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aripnur.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aripnur.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aripnur.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aripnur.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aripnur.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aripnur.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aripnur.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aripnur.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aripnur.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aripnur.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=5&subd=aripnur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aripnur.wordpress.com/2008/04/10/udah-terlanjur-punya-blog-wp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/623c55cc6b2c7313d7fff71135a5f8fc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arifnur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mas Gemukan Siapa&#8230;?</title>
		<link>http://aripnur.wordpress.com/2008/04/09/mas-gemuk-mana/</link>
		<comments>http://aripnur.wordpress.com/2008/04/09/mas-gemuk-mana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 01:38:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifnur</dc:creator>
				<category><![CDATA[cantik]]></category>
		<category><![CDATA[feminist]]></category>
		<category><![CDATA[fitna]]></category>
		<category><![CDATA[gemuk]]></category>
		<category><![CDATA[feminis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aripnur.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Salam,&#8230;.
Met ketemu disini.. , ini blog pindahan.. setelah Blog di MP di blokir Pak Mentri Kominfo. Gak ngerti tuh pak mentri.. mau menjaga agar orang Indonesia tidak resah dengan adanya Film Fitna, kok yang di Blog situs-situs yang sekedar &#8217;sharing&#8217; dan pengen &#8216;berbagi&#8217; dan &#8216;berkisah&#8217;. Semoga WordPress tidak &#8216;kejatuhan SK&#8217; dari Pak Mentri yang tipis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=3&subd=aripnur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright" style="float:right;" src="http://www.indonesianembassy.pl/images/site/Image/2007-03-03/Ciechanow2.jpg" alt="" width="141" height="186" />Salam,&#8230;.</p>
<p>Met ketemu disini.. , ini blog pindahan.. setelah Blog di MP di blokir Pak Mentri Kominfo. Gak ngerti tuh pak mentri.. mau menjaga agar orang Indonesia tidak resah dengan adanya Film Fitna, kok yang di Blog situs-situs yang sekedar &#8217;sharing&#8217; dan pengen &#8216;berbagi&#8217; dan &#8216;berkisah&#8217;. Semoga <em>WordPress</em> tidak &#8216;kejatuhan SK&#8217; dari Pak Mentri yang tipis banget bedanya antara &#8216;parno&#8217;, &#8216;kampanye politik&#8217; , dan bertindak sebagai &#8216;hansip&#8217; yang menjaga agar masyarakat &#8216;kampung IT Indonesia&#8217; tidak resah.  Terserahlah&#8230;..<span id="more-3"></span><!--more--></p>
<p>Em.. cerita pagi ini, ttg seorang teman bernama &#8216;ndari&#8217;. ( Sebut saja begitu, Gak enak nyebutnya disini.. sensi&#8230; soalnya.. konon cowoknya pencemburu soalnya he.he&#8230;). Beliau seorang teman yang cantik (kata pak satpam POSKO Gempa dulu  he&#8230;he..), terus cerdas (kata ijazah  UGM yang dia terima), dan&#8230;&#8230;.(macem-macem&#8230;). Kebetulan&#8230;. dialah (salah satu) yang selama ini menjadi teman dekatku,&#8230; dalam menekuni peranku sebagai &#8216;laki-laki&#8217;  yang mengejar  &#8216;mutiara&#8217; yang sekarang terpaksa harus &#8216;dihilangkan&#8217; , dan terus berusaha ku benamkan ke  dasar &#8216;laut&#8217;&#8230;..  Di juga sempat menjadi teman curhat ketika aku berusaha meyakinkan &#8216;intan borneo&#8217; beberapa waktu lalu.. (dan gagal he.he&#8230;). Dan dia juga yang saat ini terus menjadi &#8216;patner kritisku&#8217; ketika aku sedang mencari cara memasuki &#8216;dunia laut&#8217; yang sudah terlanjur memasuki mimpi malamku&#8230; (he..he.. tadi malam mimpi ketemu laut&#8230;)<!--more--></p>
<p>Ketika kami ketemu kemarin,&#8230; sedang asik-askinya diskusi.. Ndari tiba tiba bertanya&#8230;.</p>
<p>&#8220;Mas..gemukan mana, dia  dan aku&#8230;&#8230;.&#8221; tanya ndari menunjuk &#8216;mbak&#8217; pelayan kafe</p>
<p>&#8220;Gemukan dia&#8230;.&#8221; jawabku spontan.</p>
<p>Ndari puas dengan jawabanku, dan pertanyaan yang menginterupsi diskusi kami tentang krisis pangan dunia, demo di Mesir, Argentina&#8230;( Halah&#8230;. diskusi krisis pangan kok di Kafe ..he.he&#8230; paradok activist)</p>
<p>Tapi pagi ini aku jadi mikir. Kenapa Ndari yang emang terawat secara fisik itu masih harus bertanya tentang tubuhnya yang terawat atau tidak ? Dan yang bodoh lagi.. kenapa dia &#8216;tega&#8217; bandingin dirinya yang rajin senam tiap minggu ini dengan mbak pelayan kafe yang emang &#8216;tumbuh kesamping&#8217; itu&#8230;.. Sekilas aku berfikir dia ingin menghina mbak pelayan kafe itu.., tapi aku kenal naget dia&#8230; dia pantang menghina orang lain (kecuali mantannya yang &#8216;gak ngerti&#8217; dia selalu hujat abis&#8230;&#8230;.sampe detik ini).</p>
<p>Aku kemudian berfikir,&#8230;apa memang begitu cara berfikir perempuan&#8230;?<br />
Semakin merawat dirinya,.. semakin gak pe-de dia dengan tubuhnya&#8230;.?<br />
Semakin dia memperhatikan dirinya, semakin banyak perbandingan (naif) yang harus dilakukan&#8230;.</p>
<p>Hem.. sekilas mungkin banyak cowok yang akan merasa sangat<em> jeles </em>dengan cowok yang nantinya menjadi suami temanku ini&#8230;. Cantik, Pintar.. bla..bla..</p>
<p>Tapi kalau topik pembicaraannya tiap pagi adalah tentang bagaimana apakah pagi ini dia tampakcantik, apakah dia lebih langsing daripada pembantunya, apakah dia lebih putih dari cat rumahnya,&#8230; apakah ada kerutan di wajahnya&#8230;. he..he. bisa bisa suaminya tambah stress&#8230;.</p>
<p>he..he. gak ngerti juga&#8230;..</p>
<p>Mungkin begitulah konsekuensi beristri cantik&#8230; tapi apa dong konsekuensi beristri feminist&#8230;.? he.he. pengen tidur lagi ah&#8230;. (Hush.. tidur&#8230; tuh 8 &#8216;reportase&#8217;   belum berubah jadi &#8216;berita&#8217;&#8230;!)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aripnur.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aripnur.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aripnur.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aripnur.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aripnur.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aripnur.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aripnur.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aripnur.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aripnur.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aripnur.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aripnur.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aripnur.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aripnur.wordpress.com&blog=3422705&post=3&subd=aripnur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aripnur.wordpress.com/2008/04/09/mas-gemuk-mana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/623c55cc6b2c7313d7fff71135a5f8fc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arifnur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.indonesianembassy.pl/images/site/Image/2007-03-03/Ciechanow2.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>