Ketika Preman Curhat

Kata Eno dulu (gak ngerti inget apa enggak dia), katanya orang bisa berubah karena menikah. Orang yang sering melakukan perbuatan perbuatan negatif, bahkan mabuk mabukan, dan perilaku gak produktif yang lain akan bisa berubah setelah menikah dan kemudian punya anak.

Sekilas, aku pernah khawatir juga dengan seorang sahabat perempuan yang akan menikah dengan seorang laki-laki yang dulunya banyak melakukan perilaku negatif. Waktu itu, walaupun tak terucap, aku khawatir apakah benar laki-laki yang bahkan tidak berjanji untuk berubah itu akan berubah pasca menikah ? Kabar terakhir sih hal itu benar benar terjadi.

He…, dulu pernah seorang kawan yang dicap nakal dan ‘preman’ juga berkata. “Seandainya boleh memilih, seorang premanpun akan memilih istri yang shalihah” begitu katanya. Cuman kemudian dia melanjutkan perkataaannya “ tapi..apakah ada pilihan untuk seorang preman sepertiku..?”

Wah…, dalam kasus lain ada yang lebih tragis. Seorang yang merasa dirinya nakal, patah hati ketika melamar seorang gadis baik-baik. Waktu itu dia kemudian menikah dengan sesame preman. Ketika ditanya teman, “Gimana nanti anaknya, kalau bapak ibu sudah sesame preman ?”. Pernyataan getir kemudian terucap… “Lha salah sendiri…. Perempuan baik-baik tidak mau menerimaku “

Nah…kasus terakhir adalah cerita dari teman, beberapa waktu yang lalu. Dia mengabari kalau seorang rekan kerjanya di Rumah Pemotongan Hewan dulu meninggal karena HIV Aids. Dia seorang Junkies dan dia meninggalkan virus HIV nya kepada Istrinya. Anaknya sudah meninggal dulu.

Hem…..,  para ustadz menyarankan untuk menikah dengan mereka yang sekufu. Itu memang cara aman memilih pasangan. Hanya saja perjalanan hidup orang kita nggak tahu. Preman juga manusia….


About this entry