Sabung Ayam Taruhan Perempuan

Tajen

Budaya, Adat, Ritual Sabung Ayam di Bali yang menjadi kontroversi. Setahuku, liputan OASIS Metro TV ini sudah beberapa kali diputar. Topiknya tentang langkah Kapolda Bali I Gede Mangku Pastika yang melarang Tajen, dengan alasan menjaga kemurnian dan kesucian agama dan Pura. Seorang ‘rakyat biasa’ (dilihat dari namanya… yug kutahu), berani mempertahankan keyakinannya tentang Hukum, Kemanusiaan, bahkan tafsir keagamaan dengan segaa konsekuensi harus berbenturan dengan pihak –pihak yang berseberangan. Dia, nyatakan perang dengan Tajen, walaupun demonstrasi, pemblokiran jalan, hingga hujatan tokoh adat, agama dan politisi dihadapinya. Bahkan di DPRD Tabanan, ada Pansus khusus tajen. Menurut ahli budaya Bali yang diwawancarai dalam dokumenter itu, pesan yang dibawakan Gede Mangku Pastika pesan nya kuat sekali, pesan Hukum, tafsir keagamaan hingga Jender (dalam iklan yang dibuatnya.. digambarkan seorang istri yang mengingatkan sang ayah yang suka sabung ayam.. dengan alasan keluarga dan ancaman KUHP. (Menurut narasi Dokumenter itu, ada juga kasus yang menjadi taruhan adalah Sang Istri…

Satu hal yang menurutku menarik adalah, ternyata di Hindu Bali ada juga pertentangan Tafsir keagamaan seperti itu. Selama ini , aku mengalami dalam agamaku Islam. Ketika ada kemapanan tafsir lama, harus berbenturan dengan tafsir baru yang harus jujur terpengaruh ‘nilai kebenaran’ lain, seperti wacana humanisme, gender, dan hak asasi manusia. Di dalam Islam menurutku, menafsirkan agama dengan terpengaruh ‘konsep kebenaran’ dari berbagai ‘konsep kebenaran’ lain, bukanlah masalah. Karena menafsirkan tanpa melihat cara baca baru tentang ‘dunia baru’ bisa menjebak teks menjadi sebuah ‘wahyu’ yang kehilangan nilai gunanya.

Menurut info terakhir, Komjen Pol. Made Mangku Pastika pada Pilkada Gubernur Bali (89 hari lagi) berpasangan dengan A.A Puspoyoga (Walikota Denpasar) yang di calonkan oleh PDI-P atas rekomendasi DPP PDI P. Paradoks juga dengan gambaran yang ada pada OASIS Metro TV tadi, dimana salah satu bobotoh Tajen yang menentang upaya Mangku Pastika adalah seorang anggota DPRD Tabanan dari PDIP. Kita tunggu, apakah di Pulau dengan tradisi kemenangan PDIP ini (pada pemilihan presiden 2004 lalu pasangan Mega-Hasyim) akan terpilih sosok Gubernur yang pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kemudian terkenal karena telah berhasil menangani kasus bom Bali. Menarik untuk diikuti….


About this entry